Virtual Coordinator Training Batch 2

Latar Belakang mengikuti Training ini:

Saya bukanlah seorang guru, tetapi secara kebetulan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Virtual Coordinator Training Batch 2 yang diadakan Oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Awalnya saya tertarik untuk mengikuti training ini karena melihat judulnya “Virtual Coordinator Training”, dan saya pada saat itu berpikir bahwa ini sesuai dengan apa yang selama ini saya kerjakan untuk Hidden Gems Story (HGS).

Setelah melihat flyernya dengan seksama, sepertinya arah agak berbeda, namun point-point pembelajarannya walau bagaimana pun sepertinya saya perlukan juga. Walaupun saya merasa mungkin saya akan ditolak karena saya bukanlah seorang guru, tapi saya tetap mencoba mendaftar.

suka-duka selama mengikuti training.

Training ini mensyaratkan setiap peserta untuk berperan sebagai host, moderator, dan pemateri; masing-masing sebanyak 2x.

Pada saat hari-hari pelaksanaan seminar sebagai tugas dari VCT ini… tantangan dari para peserta berkutat pada masalah signal, pulsa,  jadwal dengan pekerjaan, maupun masalah teknis dalam software/applikasi/hardware gadget yang dipakai, selain tentu saja mempersiapkan materi untuk presentasi juga.

Tantangan lain adalah pada saat akan mengumpulkan semua tugas. Sebagian peserta kesulitan dalam menemukan rekap absensi, rekap flyer dan rekap rekaman karena kegagalan rekaman presentasi. Dan saya mungkin salah satu dari yang terparah dalam menghadapi tantangan ini.

Walaupun tantangannya banyak, tetapi para peserta bersedia untuk saling membantu satu sama lain bahkan sebagian kadang bekerja sampai tengah malam atau bahkan dini hari. Para instruktur dan panitia inti juga tidak segan untuk menjawab dan membimbing kebingungan para peserta sampai tengah malam sekalipun.

Saya mengalami 3x gagal rekam untuk presentasi ke-1 karena rekaman yang saya ambil sendiri pada saat presentasi durasinya kurang dari 2 menit. Saya melakukan pengulangan presentasi dan ada 2 rekan yang membantu proses perekamannya, tetapi semua mengalami kegagalan. Akhirnya saya atas saran dan solusi yang diberikan oleh para instruktur dan panitia, saya melakukan perekaman ulang mandiri.

Masalah gagal rekam yang saya alami tidak berhenti sampai di presentasi ke-1. Pada saat presentasi ke-2, hasil rekaman juga kurang sempurna yaitu suara pada saat pemaparan materi dan saat tanya-jawab tidak terdengar.

2 peristiwa kegagalan rekam tersebut diatas, membuat saya ingin melampirkan intisari dari sesi tanya-jawab pada presentasi saya di halaman ini.

Ungkapan terima kasih atas training ini

Terima kasih banyak pada para instruktur, panitia inti dan SEAMEO yang tidak mengeluarkan saya dengan alasan yang saya kuatirkan.

Saya merasa tidak didiskriminasikan walaupun bukan guru, dan malah saya merasa ada ilmu yang perlu saya ketahui untuk para pegiat literasi dari materi-materi yang disampaikan oleh para peserta selain dari materi yang diagendakan oleh SEAMEO.

Terima kasih juga pada rekan-rekan sesama peserta yang bersedia untuk saling membantu dan saling melempar canda, walau kita semua baru kenal di dunia maya pada training ini.

USULAN pada SEAMEO atas training ini

Saya pribadi merasa bahwa SEAMEO mungkin perlu mengadakan pelatihan serupa untuk mereka yang terlibat dalam Gerakan Literasi Masyarakat (GLM),  tentu saja dengan adaptasi yang sesuai dengan atmosfirnya GLM.

Salam
D.Herlina
Koordinator Eksekutif HGS