Relawan

Para Pengabdi di Balik Layar

Betapa banyak orang yang skillfull yang ingin mengabdikan dirinya untuk kebaikan sesama, tetapi belum mendapatkan kesempatan.

Kadang pengwujudan niat dan kesempatan untuk mengabdi pada sesama adalah suatu misteri waktu.

Halaman ini merupakan sesi apresiasi saya pribadi bagi mereka yang telah dan masih mendedikasikan waktu dan sumber dayanya, baik pada pembuatan komik perdana Hidden Gems  Story (HGS) maupun hal lainnya.

Nama yang saya sebutkan di sini adalah nama-nama yang telah merampungkan suatu bagian tugas dari rangkaian perjalanan Hidden Gems Story, atau mereka yang telah ikut serta dalam suatu bagian tugas dari rangkaian rencana kerja Rumah Generasi Permata secara keseluruhan,  atau pun mereka yang berkomitmen untuk bergabung pada saat ini.

Semua orang yang saya sebutkan di sini adalah para pekerja keras dan mengerjakan bagian tugasnya di waktu senggangnya yang sempit dan beberapa diantaranya bahkan ada yang mengerjakannya pada malam bahkan sampai dini hari.

Saya tidak akan menyoroti dari sudut skill, karena attitude  adalah hal yang seringkali lebih penting daripada itu.

Salam

D. Herlina

(Inisiator Perkumpulan Rumah Generasi Permata, Koordinator Proyek Hidden Gems Story)


Andhyka Sugianto (Pencipta maskot Hidden Gems Story, Co-founder Perkumpulan Rumah Generasi Permata, Ilustrator draft buku perdana HGS – Sketch & Character).

Dika, begitulah aku biasa memanggilnya, adalah orang pertama yang  berjalan bersama dalam kondisi yang semuanya serba dari nol dan tersandung-sandung dalam belajar membuat komik dalam waktu kami yang sangat sangat terbatas ditengah kesibukan pekerjaan kami masing-masing dalam mencari nafkah dan pekerjaan kami pada komunitas di Pekanbaru pada saat itu.

Sampai akhirnya setelah semua draft ilustrasi terbentuk banyak, kami menyadari bahwa ada banyak tahapan dalam perjalanan pembuatan komik. Dan sepertinya kami berdua mencoba untuk melakukan semua tahap sendirian hingga akhirnya kami mengerti kenapa semua nampak begitu susahnya. Tapi walau pun demikian, Dika berhasil menciptakan maskot untuk Hidden Gems Story, yaitu Chantika dan Mako. Semangat belajar… itu mungkin yang pada saat itu adalah yang paling menonjol dari Dika.


Furqon Elwe

Furqon Elwe (Jurnalist senior di Riau Post dan gurunya para ilustrator  di Riau (Ketua dari Komunitas Ilustrator Riau yang bernama SiKaRi).

Dari beliau ini saya mulai mengenal story board, suatu tahap awal dalam pembuatan komik, setelah mendapatkan cerita. Saya mengenalnya setelah saya dan Dika tersandung-sandung dalam belajar membuat komik. Pak Furqon dalam keterbatasan waktunya yang luar biasa padat membuatkan story board dan merekomendasikan orang untuk membuatkan komiknya pada saat itu. Yang sangat saya hargai dari beliau, walaupun pada saat itu kita tidak menemukan komikusnya; tapi Pak Furqon selalu welome jika saya bertanya dan berusaha ikut kegiatan SiKaRi padahal saya bukan orang yang berbakat menggambar sama sekali.  Kedermawanannya dalam membagikan apa yang beliau ketahui & kuasai dan sikapnya yang tenang & mengayomi membuat banyak orang nyaman berada di sekitarnya.


Vernando Altamirano

Vernando Altamirano (Siswa SMK di Pekanbaru, Ilustrator buku perdana HGS revisi I- Sketch & Character).

Saya menemukan bakatnya tanpa sengaja ketika saya berkunjung ke rumahnya dan menemukan karya-karya gambarnya. Pada saat itu saya telah merevisi plot cerita dan membuat story board “versi pemula” (dengan sedikit mencontek teknik storyboard hasil Pak Furqon) dan akhirnya Nando (begitu saya memanggilnya) mencoba untuk menggarapnya dengan mengajak kawannya. Dia berhasil menciptakan beberapa tokoh doodle dalam komik perdana.

Hal yang sangat dihargai dari Nando adalah sikap dia yang sangat responsif, selfless: berusaha untuk menyelaraskan maksud dari plot cerita dan menyeimbangkan dengan gaya menggambarnya sendiri, berusaha konsisten mengejar deadline yang ditetapkannya sendiri, dan tidak segan memberikan improvisasi ilustrasi yang tidak keluar dari plot cerita.


Barry Eko Lesmana

Barry Eko Lesmana (Calon Guru English, Grapic Designer dan pemilik Ngenge Studio Pekanbaru)

Mas Barry/Eko begitu saya memanggilnya, adalah orang yang goal oriented dan mempunyai sense tanggung jawab moral yang tinggi atas komitmen yang pernah diucapkannya. Dia menghantarkan Hidden Gems Story mendapatkan draft ke-2 (protipe komik)  berdasarkan plot cerita revisi I.


Tim Editor Buku Perdana (Dr. Shanty Levanita Tahmasebian, Wahidah Sijaya Rodriquez, Ade Thahirah, Haryati, Reyna Clarisa, D.Herlina )

Tim ini dibentuk untuk merevisi draft ke-2 (protipe komik) yang HGS punyai.
Tim ini merupakan hasil dari undangan terbuka pada FB Page HGS. Orang-orang yang  tergabung disini adalah orang-orang yang aktif sebagai relawan dalam pembangunan masyarakat, sedikit banyaknya mengerti tentang pedagogi anak-anak, remaja dan muda/i. Tetapi mempunyai latar belakang kesarjanaan yang berbeda (kedokteran, fisika, Psikilogi pendidikan, Grafik design) dan profesi yang berbeda (dokter, guru, NGO pendidikan, karyawan swasta, wirausaha).

Yang saya hargai dari mereka (selain pendapat untuk perbaikan prototipe komik) adalah penyisihan waktu diantara waktu mereka yang super sibuk dan kadang dengan keterbatasan signal internet yang ada. Tapi saya mohon maaf juga, ada beberapa amanat mereka yang tidak dilaksanakan karena kendala teknis dan waktu.


Arie Listianto Wibowo

Arie Listianto Wibowo (Mahasiswa Unikom Bandung, Ketua komunitas komik FUNCO, Ilustrator buku perdana HGS revisi II- Story Board)

Saya mendapatkan Arie dari hasil searching internet di komunitas ilustrasi. 3 kali jumpa tatap muka di Bandung. Berdasarkan masukan dari tim editor maka terjadi revisi ke-2, Vernando dan Reyna berhasil membuat doodle baru untuk buku perdana HGS. Dan Arie dengan tekadnya yang kuat membuahkan storyboard revisi ke-2 dalam waktunya yang padat.


Difa Askarina

Difa Askarina (Pegawai BNI Syariah, sering menjadi relawan di relawan.com, Ilustrator Coordinator buku perdana HGS revisi II)

Di saat-saat menjelang deadline launching buku perdana HGS, tim yang dibentuk sebelumnya tidak dapat menunaikan tugasnya.
Dan pada saat genting ini, saya membentuk tim ilustrator final yang baru yang terdiri dari Difa, Hasna, Rahayu dan Alda. Dan 4 gadis ini membuat saya terharu karena sikap mereka yang responsif dan kegigihan dalam berkoordinasi untuk menyelesaikan komik ini.

Di saat-saat genting tersebut, yang bukan hanya kendala waktu saja yang mereka hadapi, Difa mampu mengkoordinasikan anggota tim final ini untuk pekerjaan dari digital tracing sampai dengan finishing.

Sikapnya yang sangat responsif, pro-aktif, selfless service, dan potensinya dalam moral leadership membuat saya sangat terharu atas apa yang telah dilakukannya.


Hasna Budi

Hasna Budi (Grapic Designer, pernah menjadi relawan di relawan.com, Ilustrator buku perdana HGS revisi II- Coloring & Finishing)

Seperti Difa, saya  menemukannya pada relawan.com.
seperti anggota tim final lainnya, dia juga responsif dan gigih.

Dia termasuk orang yang pro-aktif. Dan berhasrat untuk mendapatkan peluang agar dapat mendedikasikan dirinya untuk pengembangan luar jawa.


Rahayu Lestari

Rahayu Lestari (Mahasiswa Unikom Bandung, anggota Komunitas FUNCO, Ilustrator buku perdana HGS revisi II – Coloring)

Saya menemukan Rahayu karena rekomendasi dari Arie L Wibowo, seperti anggota tim ilustrator final lainnya, dia juga responsif dan gigih.

Dan dia berharap dapat melakukan kegiatan positif lagi bersama HGS di senggangnya di semester ini.


Alda Nurul Izzah

Alda Nurul Izzah (Mahasiswa Unikom Bandung, anggota Komunitas FUNCO, Ilustrator buku perdana HGS revisi II- Coloring)

Saya menemukan Alda karena rekomendasi dari Arie L Wibowo. seperti anggota tim ilustrator final lainnya, dia juga responsif dan gigih.  Ada potensi lain selain ilustrasi yang dia miliki, dan berharap akan semakin berkembang beriring waktu.

 


Reyna Clarisa

Reyna Clarisa (Mahasiswi Maryland Institute College of Art USA, aktifis pembangunan masyarakat khususnya kelompok remaja, Pencipta Logo HGS, Ilustrator buku perdana HGS revisi I- Sketch & Character)

Sikapnya yang responsif, potensi moral leadership yang dimilikinya dan ketegasannya yang lembut serta didukung dengan pemikiran yang tajam menjadikan kontribusinya berharga untuk perkembangan HGS baik dalam perjalanan pembentukan tim ilustrator pada revisi 1 maupun dalam hal lainnya di awal perkembangan.


Dr. Untung Widodo

Dr. Untung Widodo (Seorang dokter, pengusaha, kontributor dasar sistem keuangan HGS).

Walau HGS belum menerapkan sistem profit sharing yang dasarnya telah dibentuk oleh Dr. Untung Widodo, tetapi hal ini telah menguatkan saya untuk sedikit terlibat dalam proses pembangunan sistem ekonomi yang lebih adil; dan semakin menguatkan saya dalam arah kebijakan keuangan HGS ke depannya. Walau Kami berdua sadar bahwa sistem ini masih harus dikembangkan lebih lanjut. Dan kebijakan ke depan kami serahkan pada tim yang berwenang nantinya.

Dr. Untung adalah sosok yang berusaha untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan dan mencoba untuk merumuskan apa yang didengarnya dalam bentuk pekerjaannya. Dia tidak segan untuk membuka literatur yang mendukung untuk pekerjaannya, dia berusaha teliti dalam pekerjaannya. Dan mempunyai gaya unik dalam menyampaikan pendapatnya.


Ismy Sophiyah

Ismy Sophiyah (Mahasiswi tingkat akhir Sastra Inggris, Penerjemah di awal perkembangan HGS).

Ismy adalah seorang yang saya temukan atas rekomendasi sahabat lama saya dan belum pernah jumpa tatap muka dengan saya.

Ismy adalah seorang yang sangat responsif dan berusaha menyelesaikan deadline yang ditetapkannya sendiri.


Threesa

Threesha (Mahasiswi Management UNIKOM Bandung, Social-Media Officer HGS) 

Dia sudah lama ingin bergabung dengan HGS, tetapi secara resmi baru akhir Maret 2018 ini dia mulai aktif mendedikasikan dirinya. Karakternya yang responsif dan care adalah modal utama yang wajib dimiliki oleh seseorang yang bekerja secara virtual.

.


BM Sapta & Haryati beserta keluarga

Mereka selalu mendukung saya secara moril dan materil dalam menyelesaikan pekerjaan HGS. Haryati adalah salah satu co-founder dari Rumah Generasi Permata.

Tanpa sikap mereka yang senantiasa bertanya “apa yang mereka dapat sumbangkan secara unik untuk pengabdian pada dunia kemanusiaan” saya rasa, saya dan Dika pada awal perkembangan, tidak dapat menghantarkan HGS dan RGP seperti saat ini