INSPRING KIDS

Nama: Kanisha Lintang Radyana

Daerah Seleksi: Jakarta Timur


Ibu Indah Pratiwi sebagai panitia lokal  di Jakarta TImur, menginformasikan bahwa ada seorang anak disleksia yang baru mengerjakan 3 halaman mewarnai  pada tenggat penyerahan karya siswa.

Dengan pertimbangan bahwa :

  1. Event ini bukan hanya untuk mencari karya/bakat, tapi juga membantu kegiatan literasi yang mudah-mudahan memberi nuansa baru dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi penerus, 
  2. Setiap orang mempunyai pacuan dan waktunya sendiri dalam kehidupannya, apalagi untuk seorang anak istimewa seperti Lintang. Hal yang paling penting bagi seorang anak, termasuk seorang Lintang adalah mendapatkan kepercayaan diri; terlepas apakah nanti karyanya terseleksi atau tidak.

Dengan dispensasi 1-2 hari ekstra itu, sambil panitia inti menyeleksi karya lain dari kota-kota lainnya,  Lintang dengan gigih menyelesaikan 2 halaman yang tersisa untuk diwarnai. 

Dan ternyata diatas ekspektasi semua orang, panita inti mewarnai menyukai karyanya. Karya Lintang lolos seleksi nasional.

Mudah-mudahan Lintang dan LIntang-Lintang yang lain di negeri ini, dapat terus berkarya sambil berbakti pada sesama; dengan modal kegigihan, percaya diri dan semakin mengenal dan melihat potensi diri bukan pada keterbatasan diri, terlepas dari apapun keterbatasan yang dimiliki oleh setiap anak/orang.

Nama:

  1. Nyoman Tri Widiastini
  2. Made Vania Rara Citranti

Daerah Seleksi: Kab. Badung, Prov. Bali

Ibu Ita Salianto sebagai panita lokal di Kab. Badung, menceritakan bahwa Tri dan Vania belum dapat menyelesaikan 5 halaman yang mereka ingin warnai karena mereka terus kuatir menggunakan warna yang tidak sesuai untuk mewarnai 2 maskot HGS (chantika dan Mako).

Walau Ibu Ita selalu mengingatkan mereka pada petunjuk mewarnai dari HGS bahwa, warna 2 maskot HGS (Chantika & Mako) tidak perlu persis sama dengan contoh yang ada; tapi mereka berdua terus kuatir dan bolak balik melihat warna asli yang dilampirkan pada lembar petunjuk sedemikian sehingga waktu terus bergulir dalam 4 jam dan mereka belum merampungkan 5 halaman mereka.

Kegigihan, ketelitian dan kepatuhan mereka sungguh luar biasa, dan perlu mendapatkan apresiasi, terlepas dari tidak terseleksinya karya mereka oleh pantia inti HGS. 

Pendidikan & Pengembangan diri terlepas dari bakat, potensi dan keterbatasan yang dimilki setiap orang AKAN selalu bergantung pada perkembangan kematangan virtues (sifat baik/kebajikan).

Menghargai proses adalah sangat tepat dalam kasus Tri dan Vania ini. Mudah-mudahan pengalaman ini dapat menjadi bekal buat perkembangan kehidupan mental dan spiritual mereka. 

Dan e-certificate yang bertanda “INSPIRING KIDS” dapat menjadi reminder bagi mereka, bahwa penggalian & latihan perkembangan virtues sangat penting dalam proses kehidupan.

 

 

Kami yakin disetiap Agama & budaya pasti menyebutkan hal yang sama tentang penggalian dan pendidikan virtues.

Silakan usulkan kutipan-kutipan yang anda tahu akan hal ini. Maaf, Saat ini saya baru dapat melampirkan kutipan berikut.:

“Regard man as a mine rich in gems of inestimable value. Education can, alone, cause it to reveal its treasures, and enable mankind to benefit therefrom.”

(Tablets of Bahá’u’lláh, Lawh-i-Maqsúd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *